Harga Kopi Melejit, Pengusaha Kopi Luwak Tahan Harga

grafik kenaikan harga 

Pengusaha Kopi Luwak tahan harga jual kopi luwak

Pengusaha kopi luwak mengaku masih menikmati margin walaupun harga kopi dari petani sudah naik sejak 3 bulan terakhir.

“Harga jual kopi luwak sementara belum naik, kami menjaga konsumen dan pelangggan kopi luwak, biar nggak lari,” kata Gunawan pemilik Raja Luwak, Lampung Barat, saat dihubungi detikFinance, Selasa (8/3/2011).

Gunawan menjelaskan 2-3 bulan lalu harga kopi merah (mentah) Lampung masih berada direntang Rp 10.000-13.000 per kg. Sementara saat ini harga kopi sudah naik bertengger dikisaran Rp 17.000-18.000 per kg.

Selama ini setiap produksi kopi luwak, dari setiap 1 Kg kopi merah hanya dikonsumsi oleh luwak/musang seperempatnya saja. Sehingga dalam satu kilogram kopi mentah  hanya sedikit yang bisa menjadi bubuk kopi luwak.

“Kenaikan ini saya nggak tahu persis, tapi katanya karena faktor cuaca,” katanya.

Ia menambahkan harga kopi luwak dalam bentuk biji atau belum digiling saat ini masih Rp 450.000 per Kg, sementara harga kopi luwak bubuk di Lampung masih Rp 600.000, untuk harga di Jakarta berkisara Rp 700.000 per Kg.

“Kalau kami dari pembuat kopi luwak, walaupun harga kopi naik dari sisi pasar nggak ada problem,” katanya.

Gunawan mengaku penjualan kopi luwaknya masih relatif stabil dengan volume per bulannya mencapai 5 kwintal dalam kondisi mentah (bronjol). Sementara untuk kopi luwak bubuk per bulannya hanya 200 kg per bulan.

Harga kopi dunia berdasarkan bursa NYSE Liffe London untuk harga kopi robusta pengiriman Mei 2011  pekan lalu sudah mencapai US$ 2.390 per metrik ton. Sementara harga rata-rata pada Januari lalu masih di kisaran US$ 2.127 per metrik ton, harga tersebut merupakan rekor harga tertinggi dalam 14 tahun.

(hen/dnl)

Leave a Reply